Sejarah Pertanian Dan Kebudayaan Sahu Di Halmahera

Buku ini bercerita tentang orang Sahu di Halmahera barat laut. Mereka menyebut diri mereka sendiri sebagai orang Suwuwu’u atau ‘penduduk tikungan besar’ di sungai Akelamo. Cerita ini mengenai sejarah penanaman padi ladang, organisasi sosial, dan pentingnya hak atas tanah.

Saya mengharapkan buku ini akan menjadi sebuah bacaan yang menarik bagi masyarakat umum dan juga mahasiswa yang ingin mengenal pulau Halmahera, khususnya sejarah dan kebudayaan masyarakat Sahu di Halmahera barat laut.

Bagian utama data yang menjadi dasar dari buku ini dikumpulkan dari Juni 1979 hingga Februari 1981 saat saya tinggal dan bekerja di Desa ‘Banyotola (atau Aketola dalam bahasa Ternate) dan Awer di Sahu. Saya melakukan penelitian antropologi untuk melengkapi disertasi saya, dengan berpartisipasi sebanyak mungkin di dalam praktek pertanian sehari-hari, peristiwa-peristiwa sosial seperti pemakaman dan pernikahan, dan kegiatan yang berkenaan dengan gereja. Saat saya meninggalkan Sahu di awal tahun 1981, saya tidak dapat meramalkan bahwa saya akan kembali berulang kali sejak 1982 hingga 2017, namun untuk periode waktu yang singkat. Saat muncul pemikiran untuk mempublikasikan versi berbahasa Indonesia dari buku saya, saya merasa perlu untuk memperbaharui data saya yang berasal dari 1979-81. Khususnya mengenai dua subjek utama mengenai pertanian dan kebudayaan, yaitu tentang penggunaan lahan dan perayaan penutupan dari musim tanam. Data-data terbaru telah ditambahkan pada masing-masing bab di buku ini. Dengan demikian, volume ini menggambarkan kehidupan sehari-hari di Sahu pada periode hampir selama 40 tahun (1979-2017).

Rp150,000.00

Book Details

Weight 450 kg
Dimensions 16 × 24 cm

About The Author

Leontine E. Visser

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Sejarah Pertanian Dan Kebudayaan Sahu Di Halmahera”

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.