TRAVELING & DIARY (BWCF 2018)

TRAVELING & DIARY (BWCF 2018)

Pada dasarnya Nusantara tidak pernah hidup mengisolasi diri. Dari dahulu kala Nusantara merupakan tempat perjumpaan dan pertemuan dengan bangsa-bangsa manca. Dalam sejarahnya perjumpaan telah terjadi dengan India, China, Arab, Portugis, Inggris, Belanda. Dari perjumpaan ini mengalirlah gagasan dan keyakinan Buddha, Hindu, kemudian Islam, dan Kristiani ke Nusantara.  
Perjumpaan itu bisa kita lihat dalam pelbagai catatan dari bangsa-bangsa yang berdatangan ke Nusantara. Catatan itu tidak hanya memberi informasi mengenai proses sejarah, tetapi juga menjadi tonggak-tonggak sejarah yang membentang dari seribu tahun lebih dari masa lalu hingga masa kini di Nusantara.
Maka dari itu, makalah-makalah yang terhimpun dalam buku Borobudur Writers and Cultural 2018 ini menjadi gagasan untuk mendorong kemajemukan dan keanekaan bumi Nusantara sebagai hal yang tak terhindarkan. Sebab semenjak seribu tahun tahun lebih Nusantara adalah ranah pelbagai ide dan gagasan memperoleh tempatnya yang sudah seharusnya berguna untuk memajukan peradaban dan kemanusiaan.***

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.