Berlayar ke Pulau Dewata: Diaspora Orang-orang Bugis, Makassar & Mandar di Pulau Bali

Rp50,000.00

Category:

About The Author

Sarkawi B. Husain dkk

Reputasi orang-orang dari Sulawesi Selatan, entah itu orang Bugis, Makassar, Mandar atau lainnya sebagai perantau sudah diketahui luas. Namun kajian yang melihat bagaimana mereka berkembang di daerah perantauan belum banyak dikaji. Buku ini karenanya menjadi buku yang sangat penting untuk melihat proses tersebut dengan rinci. Dengan menggunakan kombinasi sumber sejarah dan tradisi lisan yang diperoleh di lapangan, dari pengamatan atas upacara perkawinan hingga jenis-jenis makanan, para peneliti untuk buku ini dapat menunjukkan dengan kaya bagaimana berbagai kelompok masyarakat dari Sulawesi Selatan datang dan berperan dalam perkembangan sejarah di berbagai tempat Bali sejak ratusan tahun yang lalu. Buku ini menunjukkan bahwa proses migrasi, oleh kelompok etnis mana pun, bukanlah proses sederhana dan bukan hanya soal “pendatang” dan “pribumi” apalagi ketika dari waktu ke waktu kelompok baru datang dan pergi. Namun yang pasti proses migrasi ini melahirkan Indonesia yang terus-menerus “baru” dan “dibarukan” dan pastinya yang lebih kaya dan beragam. Buku ini karenanya tidak hanya penting bagi peneliti daerah Sulawesi Selatan dan Bali, tetapi penting bagi yang ingin memahami proses pembentukan identitas Indonesia masa kini.

Dias Pradadimara, Dosen Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Hasanuddin Makassar

Berlayar Ke Pulau Dewata adalah studi paling lengkap tentang migrasi orang-orang Bugis-Makassar
dan Mandar ke Pulau Bali. Buku ini merupakan studi penting mengenai keberhasilan integrasi
antara komunitas Muslim dan non-Muslim. Keberhasilan integrasi yang penuh damai ini juga
relevan untuk memahami migrasi saat ini, baik di Indonesia maupun di negara lain.

Freek Colombijn, Vrije Universiteit Amsterdam

Karya keempat peneliti sejarah Indonesia ini merupakan usaha akademis yang memperluas horizon baru dalam studi diaspora. Sejak abad ke-12, orang-orang Bugis-Makassar dan Mandar membentuk komunitas-komunitas tersendiri di Pulau Bali untuk mencari “keamanan” dan “ekonomi” yang memadai di luar kampung halaman. Kunci sukses orang yang memiliki latar belakang agama mereka dalam beradaptasi. Tanpa menimbulkan konflik perbedaan agama, orang Islam dan orang Hindu setempat bisa hidup bersama secara damai. Buku ini merupakan salah satu referensi penulisan sejarah diaspora/komunitas di Bali. Buku ini merupakan salah satu rekomendasi bacaan untuk mereka yang sedang mengkaji sejarah diaspora masyarakat Islam.

Mitsuko Nanke, Peneliti dari Jepang dan salah seorang kontributor buku Consuming Indonesia, Consumption in Indonesia in the Early 21 Century

Bugis & Bali adalah dua entitas yang seolah tidak bertemu. Dan buku ini menawarkan sebuah pembacaan dekonstruktif terhadap pandangan tersebut. Kelenturan beradaptasi sambil pada saat yang sama mempu mempertahankan adat-istiadat dan keprcayaan, menjadi diskusi menarik yang layak diapresiasi. Buku ini melengkapi penulisan tentang migrasi dan diaspora masyarakat Bugis di bentang luas Asia Tenggara, bahkan sampai Australia dan Afrika. Ini menjadi referensi penting bagi kelompok cendikia, mahasiswa, dan masyarakat luas pemerhati Bugis.
Lina Puryanti, kandidat Ph.D. National University of Singapore (NUS).
Saat ini sedang merampungkan disertasinya tentang masyarakat
Bugis di perbatasan Indonesia-Malaysia (Sebatik)

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Berlayar ke Pulau Dewata: Diaspora Orang-orang Bugis, Makassar & Mandar di Pulau Bali”

Your email address will not be published. Required fields are marked *